Kenalilah Dirimu Sendiri

Pengenalan diri menjadi penting untuk mengenal Tuhan. Bagi para “pecinta”, bukan hanya syarat melainkan sekaligus pula merupakan tujuan utama pencarian. Ditegaskan oleh hadis Nabi Saw., “Barang siapa mengenal dirinya sendiri berarti dia mengenal Tuhannya.”

Pengetahuan semacam itu jelas tidak akan berhenti pada ting­katan psikologis saja karena jiwa manusia (psyche) selalu men­ciptakan entitas fragmenter yang menjadi penghalang visi ter­hadap Realitas menyeluruh, terhadap Esensi Ilahi.

Barang siapa mengenal dirinya sendiri berarti dia mengenal Tuhannya.

Oleh karena itu, yang harus diperhatikan oleh “faqir” adalah keharusan mem­buat penutup itu menjadi transparan sehingga cahaya surga dapat menyinarinya dan melewatinya tanpa terhalang.

“… Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah)…

…dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (Al-A’raf [7]: 179)

“Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar). “ (Al-Isra [17]:72)

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer

error: Alert: Content is protected !!