Setelah Muslim Uighur, Pemerintah China Kini Hitung Warga Yang Beragama Kristen

531

Pemerintah China kembali melakukan kontroversi. Setelah sebelumnya mendiskriminasi dan genosida secara perlahan terhadap muslim di Uighur, kini Pemerintah Pusat China memerintahkan pemerintah daerahnya untuk memonitor dan menghitung jumlah penduduk yang memiliki keyakinan Kristen.

Seperti yang dilansir oleh Premier, Jumat (26/7), pemerintah lokal diperintah untuk melaporkan hasil monitor terhadap warga Kristen di China sebanyak dua kali sehari.

“Ini seperti hidup kami terancam. Setelah melaporkan seseorang, kami (pemerintah lokal) harus membatasi pergerakan mereka dan melaporkan situasi mereka setiap hari”, ujar pemerintah lokal di sana.

Tindakan ini seakan mencerminkan sikap China yang tak mengindahkan hak asasi manusia terhadap warganya. Terlebih, dalam beberapa bulan terakhir Partai Komunis China mulai menindak dan memonitor warga yang percaya kepada Tuhan.

Pemerintah lokal di Henan juga membenarkan hal ini. Dikatakan, setiap hari pemerintah bertanya tentang kepercayaan kepada warganya.

BACA JUGA
Jatuhnya Baghdad, Bencana Besar Literatur Islam
Powered: welizon.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here